Defisit Rp1,5 Triliun, Pj Gubernur Sebut Sulsel Bangkrut

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin juga mengatakan bahwa Sulsel seperti kapal yang mau tenggelam.
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin

Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Bahruddin melontarkan sidiran keras kepada mantan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang dinilai meninggalkan banyak beban utang bagi kepemimpinan saat ini. Dirjen Polpum Kemendagri itu bahkan mengatakan bahwa Sulawesi Selatan kini telah bangkrut.


Bukan tanpa alasan, Bahtiar menyebut Sulsel bangkrut lantaran defisit anggaran mencapai angka yang cukup fantastis yakni Rp1,5 triliun. Hal itu pun menjadi masalah besar yang harus ia hadapi sebagai Penjabat Gubernur Sulsel. 

"Ada Rp1,5 triluin defisit anggaran, daerah ini bangkrut. Jadi, ibarat kapal, saya nahkoda dan ini kapal mau tenggelam," kata Bahtiar pada rapat paripurna sebagai Penjelasan Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tentang APBD Tahun Anggaran 2024, di DPRD Sulsel, Rabu (11/10/2023).

Lebih jauh, Bahtiar menjelaskan bahwa penyebab defisit itu berasal dari seluruh dipangkasnya kegiatan di Pemprov Sulsel yang direncanakan di anggaran perubahan 2023, bahkan ditahan hingga Desember mendatang.

"Kegiatan kita rancang di APBD perubahan 2023, kita puasa sampai Desember. Angka Rp10,3 triliun itu angka fiktif, uangnya tidak ada. Ini yang saya sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri," terangnya.

Di samping itu pemerintah daerah juga tentunya akan terus menjaga Ä°klim investasi dan mendorong kemajuan dunia usaha domestik. Terkait arsitektur pendapatan tersebut, maka Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2024 diproyeksikan sebesar Rp10,466 Triliun, meningkat 3,29%.

"Jika dibandingkan dengan target pendapatan Tahun 2023 sebesar Rp10,133 Triliun, yang terdiri dari Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp6,13 Triliun lebih atau meningkat sebesar Rp335,78 Miliar lebih, Target Pendapatan Transfer sebesar Rp4,32 Triliun lebih atau menurun," sebut Bahtiar.