Trump mengungkapkan bahwa Army Chief Warrant Officer 5 Eric Slover merupakan pilot helikopter utama CH-47 Chinook yang memimpin serbuan ke benteng militer tempat Maduro berada.
Operasi tersebut berjalan sukses, meski tujuh personel militer AS mengalami luka tembak dan serpihan ledakan.
Dikatakan Trump, Slover menerima empat tembakan yang menyakitkan, menghancurkan kakinya menjadi beberapa bagian.
“Saat bersiap mendarat, senapan mesin musuh menembak dari segala arah, dan Eric terkena tembakan yang sangat parah di kaki dan pinggulnya, satu peluru demi satu peluru,” kata Trump, seperti dimuat Associated Press.
Serangan yang dilancarkan pada dini hari 3 Januari tersebut membuat ibu kota Venezuela sempat gelap gulita ketika pasukan menyusup ke kediaman Maduro dan membawanya ke AS untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Trump juga membeberkan detik-detik krusial saat pendaratan berlangsung.
“Eric mengendalikan helikopternya dengan membawa begitu banyak nyawa dan jiwa untuk menghadapi musuh dan membiarkan penembaknya melenyapkan ancaman,” ujar Trump, seraya menegaskan bahwa tindakan itu menyelamatkan rekan-rekannya dari kemungkinan kecelakaan fatal di wilayah musuh.
Medali penghargaan disematkan oleh Letnan Jenderal Jonathan Braga, Komandan Joint Special Operations Command, di galeri yang menghadap ruang sidang DPR.
Trump juga menyebut 10 anggota militer lainnya akan menerima medali dalam upacara tertutup di Gedung Putih.
Selain Slover, Trump turut menganugerahkan Medal of Honor kepada pensiunan Kapten E. Royce Williams, pilot Angkatan Laut yang menembak jatuh sejumlah jet Soviet dalam Perang Korea, sekaligus meningkatkan penghargaan Navy Cross yang sebelumnya ia terima.



