Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengamini ada rangkaian nobar pada Minggu malam, 19 Juli 2026 hingga Senin dini hari, 20 Juli 2026 di berbagai wilayah. Maka dari itu, penyelenggara diminta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Penyelenggara harus memperhatikan kapasitas lokasi, akses keluar-masuk, pengaturan parkir, serta berkoordinasi dengan pengurus lingkungan dan kepolisian setempat,” kata Kombes Budi kepada wartawan, Minggu, 19 Juli 2026.
Polri juga menggelar kegiatan “Bola Gembira Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026” secara serentak sebagai ruang kebersamaan masyarakat yang aman, tertib, dan menggembirakan.
Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM serta menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kombes Budi melarang masyarakat membawa minuman keras, petasan, senjata tajam, maupun barang berbahaya lainnya ke lokasi nobar.
Dia juga meminta masyarakat tidak melakukan konvoi kendaraan, menggunakan knalpot bising, ataupun melakukan aktivitas yang dapat mengganggu warga, khususnya setelah pertandingan selesai.
“Perbedaan dukungan terhadap tim juga harus disikapi dengan sportif dan tidak menjadi pemicu perselisihan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, Polda Metro Jaya bersama seluruh polres jajaran akan melakukan patroli dan pemantauan secara situasional. Patroli difokuskan di lokasi-lokasi nobar, pusat keramaian, jalur kepulangan penonton, hingga kawasan yang berdasarkan pemetaan memiliki potensi gangguan kamtibmas.
“Kekuatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah,” jelas Kombes Budi.
Dia juga mengimbau masyarakat segera menghubungi kantor polisi terdekat atau layanan Kepolisian 110 apabila menemukan gangguan keamanan maupun membutuhkan bantuan petugas.
Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Spanyol di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Senin dini hari, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Laga tersebut menjadi partai puncak edisi perdana Piala Dunia yang diikuti 48 negara.



